Ratu Atut ditahan pendukung dibayar,,,


20131220_182815_gubernur-banten-ratu-atut-chosiyah-ditahan-kpkSore kemaren kita dikejutkan dengan berita penahanan sang gubernur banten Ratu Atut Choisiyah, berniat tuk meminta jeda penahanan akibat kondisi beliau yang belum fit, ditambah lagi masih dalam suasana berkabung setelah peringatan 40 hari sang suami tercinta,, Sang Ratu malah keluar dari gedung KPK mengenakan rompi orange khas KPK yang menandakan sebagai tahanan KPK,,, terkejut pasti, namun ada juga yang menyesalkan,, yah, setidaknya sekali lagi istilah “Jumat Keramat” itu bener-bener terbukti hari ini,, namun dari sebagian masyarakat Banten, ada pula beberapa yang menyambangi KPK dengan meneriakkan Jenderal KPK saat ini Abraham Samad,, nih lengkapnya,,,

Ribuan masyarakat Banten menyemut di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka datang untuk mendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang saat ini diperiksa KPK sebagai tersangka dalam sengketa Pilkada Lebak dan proyek alat kesehatan di Tangerang Selatan. Para pendemo yang berangkat langsung dari Banten datang bukan tanpa alasan. Mereka mengaku mengikuti demo karena dijanjikan uang oleh koordinator aksi.
“Dapat uang Rp 100 ribu. Makan, rokok sama kopi juga,” kata salah seorang pendemo, Erdi kepada merdeka.com di lokasi, Jumat (20/12). Tetapi, lanjutnya, pembayarannya akan diberikan setelah mereka kembali ke tempatnya masing-masing. “Nanti dapatnya, kalau udah balik (ke Banten),” terangnya. Erdi mengakui kalau aparatur daerah juga memberikan sejumlah hadiah kepada massa yang mendukung Atut. “Iya dapat,” tegasnya. Ia menjelaskan, para pendemo berasal dari tiap wilayah di Banten. Mereka datang menggunakan puluhan bus.Kedatangan mereka guna menuntut ketua KPK, Abraham Samad, agar menarik ucapannya yang menyebut Banten sebagai biang santet. “Ya kecewa, masa dia (Abraham) bilang Banten banyak santetnya,” tegasnya.
Berkaitan diperiksanya Atut, dirinya mendukung hal tersebut. Namun, harus melalui prosedur yang benar. “Kalau Atut sih tidak apa-apa (diperiksa), ngikutin hukumnya ajalah. Yang penting, Abraham jangan bilang Banten banyak santet,” pungkasnya.(merdeka/20/12/13)

ada-ada aja yahh,, namun jangan terkejut juga bila membaca keterangan salah satu orator berikut,,

Ribuan massa mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang sedang diperiksa sebagai tersangka dalam sengketa Pilkada Lebak dan proyek alat kesehatan di Tangerang Selatan. Lucunya, tidak semua pendemo yang datang mengetahui kasus yang menjerat orang nomor satu di Banten itu.
“Enggak tahu saya, ke sini (KPK) aja diajak. Daripada nganggur mendingan saya ikut ke Jakarta aja,” ujar salah satu pendemo kepada merdeka.com di lokasi, Jumat (20/12).
Dia mengaku dirinya diajak oleh LSM Paku Banten. Namun, dia tidak tahu apakah akan mendapat uang transportasi atau tidak. “Saya enggak tahu,” katanya.
Dia juga mengakui kalau dirinya bukanlah warga asli Banten. “Saya asli Cirebon, tapi keluarga sudah di Banten,” kata pria yang memakai topi dan kemeja putih kotak-kotak.
Ribuan warga Banten berdemo di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pendukung Ratu Atut Chosiyah itu sengaja datang untuk mengawal pemeriksaan perdana sang gubernur sebagai tersangka.
Pantauan merdeka.com, aksi ini menutup jalur cepat Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Mampang Prapatan macet parah, pengendara hanya bisa melintas di jalur lambat.
Para demonstran membentangkan spanduk berukuran 5 X 1 meter bertuliskan ‘Kau Bunuh Bu Atut Secara Perdata, Kejam Nian’, dan spanduk ‘KPK Jangan Jadi Alat Politik’. Mereka terus berorasi meminta KPK mengusut kasus yang menyeret Atut secara obyektif.
“Kami masyarakat Banten masih mencintai ibu Atut sebagai gubernur,” teriak seorang orator.(merdeka/20/12/13)

yahh,, kita doakan bersama semoga kedepannya negara ini menjadi lebih baik, gak ada lagi korupsi hingga kita tak perlukan KPK, gampang sebenernya dan semua dari kita juga sudah mendapatkan ilmunya di sekolah dasar tentang mental orang baik, cukup itu aja,,, saya sendiri saat ini berdomisili di salah satu kota di provinsi Banten, dan memang harus diakui bahwa pembangunan disini sangatlah memprihatinkan bila dibandingkan dengan besarnya potensi penerimaan baik dari pajak maupun non-pajak, entah itu karena dikorupsi atau dicuri, upss,, sama aja yahh,, 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s