Perbandingan Hilangnya Malaysia Airlines Dengan Adam Air


Adam Air Malaysia Airlines

Adam Air Malaysia Airlines

Dunia Penerbangan siapa sih yang ngak pernah mengunakan jasa ini atau yang akan berangan-angan inggin melakukan perjalanan dengan moda transpotasi ini ???
pasti di pikiran kita hanya ada 2 kemungkinan 1 selamat sampai tujuan. atau pun 2 terjadi accident. dunia penerbangan saat ini sedang bingung kemanakah pesawat yang begitu canggih hilang dimanakah ?? bagaimanakah ??

mari kita flash back kebelakang sebelum Heboh MH370 hilang, indonesia pun sampai saat ini masih bertanya tanya kemanakah adam air penerbangan 574 ??

Adam Air Penerbangan 574
Pesawat lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), Surabaya, Indonesia pada tanggal 1 Januari 2007. Seharusnya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi (MDC), Manado pukul 16.14 WITA. Pesawat kemudian dilaporkan putus kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makasar setelah kontak terakhir pada 14:53 WITA. Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35.000 kaki.

Malaysia Airlines MH 370
Sabtu (8/3)
00.41: Lepas landas dari KLIA dengan 239 penumpang termasuk dua bayi dan 12 awak kabin.
01.40: Sinyal MH370 dilaporkan hilang dari radar menara pemandu lalu lintas udara (ATC) Subang, Malaysia.

Perbandingan Malaysia Airlines MH370 dan Adam Air 574
Jumlah Penumpang

Malaysia Airlines: 239 penumpang yang terdiri dari 152 warga China, 38 warga Malaysia, 7 Indonesia, 5 India, 7 Australia, 3 Prancis, 3 Amerika Serikat, 2 Selandia Baru, 2 Ukraina, 2 Kanada, 1 Rusia, 1 Italia, 1 Taiwan, 1 Belanda dan 1 Austria. Mereka terdiri dari 227 penumpang termasuk 2 bayi dan 12 awak pesawat.

Adam Air: 102 penumpang yang terdiri 99 warga Indonesia dan 3 warga Amerika Serikat. Mereka terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak, 4 bayi dan 6 awak pesawat.

Kronologi Hilang

Malaysia Airlines: Pesawat menghilang pada Sabtu 8 Maret 2014 pukul 02.40 waktu setempat setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia pada pukul 00.55 waktu setempat. Seharusnya burung besi tersebut mendarat di Bandara Beijing, China pukul 06.30 waktu setempat.

Adam Air: Pesawat berangkat pukul 12.55 WIB. Semestinya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.14 Wita. Pada 14.53 Wita, datang kabar mengejutkan bahwa pesawat putus kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makassar. Pada kontak terakhir, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35 ribu kaki.

Lokasi Dugaan Hilang

Malaysia Airlines: Komandan Region 5 Angkatan Laut Vietnam Laksamana Ngo Van Phat mengatakan, pesawat MH370 diduga jatuh ke laut, 153 mil di selatan Pulau Phu Quoc, Vietnam. Kabar lain menyebut pesawat jatuh di perairan antara Vietnam dan Malaysia sebab Angkatan Udara Vietnam menjumpai dua genangan minyak besar di perairan antara 2 negara tersebut. Dugaan lain menyatakan pesawat diduga jatuh di sekitar Semenanjung Ca Mau, Vietnam. Namun tak diketahui pasti lokasi tepat jatuhnya pesawat tersebut. Yang terbaru, pesawat diduga jatuh di sekitar Selat Malaka setelah ada temuan radar yang menyebut pesawat yang seharusnya menuju utara atau ke Beijing, China justru belok ke arah barat atau Selat Malaka setelah melintasi Kota Bharu, Malaysia.

Adam Air: Pesawat diduga jatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat. Hal tersebut berdasarkan penemuan kotak hitam di Perairan Majene pada 27 Agustus 2007, sekitar 8 bulan setelah pesawat hilang.

Riwayat Penerbangan

Malaysia Airlines: Berdasarkan catatan riwayat pesawat yang dimuat South China Morning Post, MH370 telah mengarungi udara selama sekitar 20.243 jam pada usianya yang ke 12 tahun. Para ahli penerbangan menyebutnya normal. Pesawat jenis itu punya reputasi paling aman, dengan catatan nyaris bersih, hingga terjadi insiden maskapai Korea Selatan, Asiana Airlines di San Francisco, Amerika Serikat pada Juli 2013 lalu yang menewaskan 3 warga negara China. Sebelumnya, Boeing 777 belum pernah mengalami kecelakaan fatal dalam sejarah.

Adam Air: Pesawat Boeing 737-400 buatan tahun 1989 bernomor registrasi PK-KKW telah mendapat evaluasi terakhir tanggal 25 Desember 2005. Pesawat telah mengarungi udara selama 45.371 jam dan telah digunakan oleh 8 maskapai penerbangan berbeda, termasuk Dan Air, British Airways, GB Airways, National Jets Italy, WFBN, Air One dan Jat Airways. Pihak Adam Air menyatakan bahwa pesawat masih bisa dipakai 12 tahun lagi.

Apa Kata Mereka
Dudi Sudibyo pengamat penerbangan,
KOMPAS.com — Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang kontak sejak Sabtu (8/3/2014) pukul 02.40 waktu setempat. Hilang kontak terjadi kurang lebih 2 jam setelah pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu lepas landas pada pukul 00.41 dini hari.

Kasus hilangnya MH370 dinilai janggal. Pertama, pesawat itu terbang di ketinggian yang paling aman, sekitar 35.000 kaki. Kedua, Malaysia Airlines dinilai sebagai operator penerbangan yang baik. Ketiga, Boeing 777-200 adalah pesawat dengan dukungan keselamatan terbaik saat ini.

Bagaimana MH370 bisa hilang? Itu masih misteri. Namun, hilangnya pesawat dan kemungkinan jatuhnya pesawat, seperti pada MH370, ternyata bukan pertama kali terjadi. Kasus serupa pernah menimpa maskapai negara lain, termasuk Indonesia.

“Sebenarnya ada kasus yang mirip dengan hilangnya Malaysia Airlines ini, yaitu Air France (AF447) yang jatuh di Atlantik dan Adam Air (DHI 574) yang jatuh di Perairan Majene,” ujar pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo.

“Pesawat tiba-tiba hilang kontak kurang lebih dua jam setelah lepas landas dan saat terbang di ketinggian yang sebenarnya paling aman,” ungkap Dudi saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (9/3/2014).

Dalam kasus Adam Air, pesawat lepas landas pada 1 Januari 2007 pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado. Namun, pesawat kemudian hilang kontak sejak pukul 15.05 Wita.

Pada kasus Air France, pesawat berangkat dari Bandara Rio de Janeiro-Galeao pada 31 Mei 2009 pada pukul 22.29 UTC menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris. Seharusnya, pesawat itu tiba 10 jam 34 menit setelah penerbangan. Namun, 3 jam 6 menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak.

Dalam kasus Adam Air dan Air France, yang terjadi ternyata adalah kecelakaan pesawat. Kedua pesawat itu jatuh di lautan. Dalam kasus Malaysia Airlines, kecelakaan hingga jatuh ke laut masih dianggap sebagai skenario terburuk dari kasus hilang kontak ini.

Menurut Dudi, ada dua kemungkinan pesawat bisa hilang kontak pada ketinggian yang paling aman. Pertama adalah masalah teknis yang sulit atau tidak segera dikendalikan pilot. Kedua adalah sabotase, yang dalam kasus Malaysia Airlines dikaitkan dengan terorisme.

“Kalau pada Adam Air, seperti yang kita ketahui yang terjadi adalah masalah teknis,” kata Dudi. Bagian pesawat yang disebut internal reference system (IRS) rusak. Bagian ini seharusnya diganti oleh manajemen maskapai, namun hal itu tidak dilakukan.

Kerusakan IRS berdampak pada tak berfungsinya kemudi otomatis. Akhirnya, pilot tak sadar bahwa pesawat miring. Perubahan kemiringan terjadi 1 derajat per detik. Ketika kemiringan sudah lebih dari 35 derajat, pesawat tak stabil.

Kemiringan terus berubah hingga mencapai 100 derajat. Ketika pesawat makin tak stabil, pilot sudah kesulitan untuk membalikkan dan menstabilkan lagi. Akhirnya, pesawat pun jatuh ke laut, terbelah dua.

“Kasus Malaysia Airlines ini bisa saja dipicu masalah teknis walaupun saya tidak mengesampingkan unsur sabotase,” ujar Dudi. Namun, hal itu masih harus dibuktikan dengan mencari dan menyelidiki kotak hitam.

Pencarian kotak hitam, Dudi menduga, takkan mudah jika pesawat memang jatuh di lautan. Pada kasus Adam Air, kotak hitam baru ditemukan setahun kemudian di dasar laut berkedalaman 2.000 meter. Sementara pada kasus Air France, kotak hitam baru ditemukan pada Mei 2011. Laporan resmi penyebab kecelakaan baru dirilis 5 Juli 2012.

Datuk Mahaguru Ibrahim Mat Zin, Seorang dukun kenamaan di Malaysia.
TRIBUNJOGJA.COM, SEPANG – Seorang dukun kenamaan di Malaysia, Datuk Mahaguru Ibrahim Mat Zin, ikut membantu mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dinyatakan hilang.

Menurut Ibrahim, seperti yang dikutip dari Asiaone.com, pesawat yang hilang pada Sabtu (9/3/2014) dini hari tersebut, dibajak oleh makhluk gaib dari golongan peri, bernama “Buniyan”.

Ibrahim, melakukan ritual pencarian secara gaib itu di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia, (Senin/10/3/2014) kemarin. Ia memakai “bubu” (alat tradisonal penangkap ikan) dan bambu untuk melihat pesawat itu secara gaib.

“Berdasarkan penglihatan gaib saya, pesawat itu dibajak oleh Peri Buniyan. Saya bisa menemukannya, karena saya ‘melihat’ pesawat itu dikerumuni makhluk hitam besar berupa elang,” tuturnya.

Ia mengatakan, prediksinya tersebut didapat setelah menggunakan bubu (alat penangkap ikan tradisional) dan bambu yang biasa dipakainya untuk melacak alam gaib.

“Dalam penglihatan saya juga, pesawat itu masih ditahan oleh peri itu di udara, tapi memang tak bisa dilihat kasat mata oleh manusia,” tuturnya.(*)

Ki Joko Bodo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Salah seorang ahli supranatural Indonesia, Ki Joko Bodo mengamini pernyataan ahli supranatural asal Malaysia, Mahaguru Ibrahim Mat Zin. Keduanya sepakat mengatakan, pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan hilang, sebenarnya masuk ke alam gaib. Ki Joko Bodo menegaskan, pesawat dan penumpangnya, kini masih hidup dan kemungkinan bisa kembali ke dunia setelah beratus-ratus tahun lamanya.

“Di alam gaib, mereka bisa hidup sampai 800 tahun. Jadi, mau seluruh dunia mencari pesawat Malaysia itu, tidak akan ketemu karena masuk, atau terperangkap ke alam gaib. Pesawat dan penumpangnya itu masuk saat portal alam gaib itu terbuka,” ujar Ki Joko Bodo saat berbincang dengan Tribunnews.com.

Apa yang ia ungkap, diakuinya, bukanlah sesuatu yang mengada-ada.

“Ini juga sebenarnya ilmu pengetahuan, bahwa memang benar ada yang namanya alam gaib. Kita mengenal adanya Segitiga Bermuda, saat perang dunia kedua, banyak kapal yang hilang disana. Nah, di Asia, juga ada Segitiga Bermuda,” Ki Joko Bodo menegaskan.

Sebelumnnya,Mahaguru Ibrahim Mat Zin mengungkapkan pesawat Malaysia Airlines yang membawa 239 penumpang dan awak itu masuk ke alam gaib. Hingga kini, pihak Malaysia dan beberapa negara lain masih terus berusaha mencari pesawat yang nahas tersebut.

“Yang jelas, pesawat masih dalam kondisi baik, penumpangnya juga masih hidup. Akan tetapi, tidak bisa keluar karena portal alam gaib ditutup. Mungkin baru beratus-ratus tahun, baru dibuka, semacam ada pertukaran begitu, akan kembali ke bumi. Pesawat dan penumpangnya, masuk ke wilayah Segitiga Bermuda-nya Asia,” Ki Joko Bodo meyakini.

source

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s