Aplikasi Mudah dan Praktis PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing (1)


PSAK 10

PSAK 10

Adopsi IFRS (International Financial Reporting Standard) ke dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) berdampak signifikan terhadap kinerja entitas. PSAK 10 (Revisi 2010) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 mengatur tentang Bagaimana memasukkan transaksi dalam mata uang asing (valas) dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Permasalahan utama yang muncul diantaranya adalah kurs mana yang akan digunakan dan bagaimana melaporkan pengaruh perubahan kurs dalam Laporan Keuangan entitas. Jika pada PSAK 10 yang lalu perusahaan boleh memilih untuk mencatat dan mengukur transaksi dengan menggunakan rupiah atau functional currency, maka dengan pengaturan PSAK 10 (revisi 2010) ini perusahaan wajib melakukan pencatatan dan pengukuran transaksi hanya dengan menggunakan functional currency.

Sebelum kita melakukan konversi mata uang asing, kita harus mencari tahu dan paham mata uang fungsional (Functional Currency) entitas. Mata uang fungsional berbeda dengan mata uang penyajian laporan keuangan, namun sebagian besar jenis mata uang fungsional adalah yang digunakan sebagai mata uang penyajian laporan keuangan. Bingung kan,,?? Heheheee,, yuk kita bahas bareng aja,,

Misal PT. A mempunyai bisnis utama (core bisnis) dibidang ekspor impor komoditi pertanian, dan sebagian besar transaksi dilakukan dan dipegaruhi oleh pergerakan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD). Bisa disimpulkan bahwa mata uang fungsional entitas adalah USD, sedangkan laporan keuangan entitas harusnya menggunakan USD pula, namun bisa pula entitas menghasilkan laporan keuangan menggunakan Indonesia Rupiah (IDR) sesuai dengan tujuan khusus melalui proses translasi. Gimana,,?? Udah clear kan,,?? Heheee,, kalo mikir mah gak bakal bingung,,, ^_^

Isu utama bagi entitas yang akan menerapkan PSAK 10 ini adalah menentukan Financial Currency. Sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh PSAK 10 (Revisi 2010) pada paragraf 9 dan 10, terdapat 2 (dua) kriteria yang digunakan dalam melakukan assessment functional currency suatu entitas yakni:

Par. 09. Indikator Utama: Lingkungan ekonomi utama entitas tersebut, adalah lingkungan dimana perusahaan secara normal menghasilkan dan mengeluarkan kas utamanya.

  1. Mata uang
    1. Yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang harga jual barang dan jasa didenominasikan dan diselesaikan) referred sebagai Indikator Utama 09 (a) (i)
    2. Dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, referred sebagai Indikator Utama 09 (a) (ii)
  2. Mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang biaya tersebut didenominasikan dan diselesaikan) referred sebagai Indikator Utama 09 (b)

Par. 10. Indikator Tambahan: mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan dan mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan. Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsional.

  1. Mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan, antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas, referred sebagai Indikator Tambahan 10 (a)
  2. Mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan, referred sebagai Indikator Tambahan 10 (b)

Par. 11. Faktor-faktor berikut ini dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional dari kegiatan usaha luar negeri, serta apakah mata uang fungsionalnya sama dengan mata uang entitas pelapor (entitas pelapor dalam konteks ini merupakan entitas yang memiliki kegiatan usaha luar negeri sebagai entitas anak, cabang, entitas asosiasi, atau ventura bersama):

  1. Apakah aktivitas kegiatan luar negeri dilaksanakan sebagai perpanjangan dari entitas pelapor, bukan dilaksanakan dengan tingkat otonomi signifikan, referred sebagai Indikator Tambahan 11 (a)
  2. Apakah transaksi dengan entitas pelapor memiliki proporsi yang tinggi atau rendah dari kegiatan usaha luar negeri, referred sebagai Indikator Tambahan 11 (b)
  3. Apakah arus kas dari kegiatan usaha luar negeri secara langsung mempengaruhi arus kas entitas pelapor dan siap tersedia untuk dikirimkan ke entitas pelapor, referred sebagai Indikator Tambahan 11 (c)
  4. Apakah arus kas dari aktivitas kegiatan luar negeri cukup untuk membayar kewajiban utang yang ada atau pun yang diperkirakan dapat terjadi tanpa adanya dana yang disediakan oleh entitas pelapor, referred sebagai Indikator Tambahan 11 (d)

Indikator Tambahan merupakan kriteria tambahan yang dipergunakan manakala dari hasil assessment dengan Indikator Utama belum diperoleh bukti yang menunjukkan dominasi suatu functional currency tertentu. Ketika Indikator Utama dan Tambahan masih belum menampakkan dominasi atas satu mata uang, maka manajemen menggunakan pertimbangannya untuk menentukan mata uang fungsional manakah yang paling tepat.

Dalam menentukan assessment atas functional currency ini, entitas (biasanya) meminta bantuan pihak independent (eksternal), yaitu jasa akuntan publik. Assessor melakukan klarifikasi melalui interview maupun verifikasi data pendukung, baik yang bersifat teknis accounting maupun non-accounting (seperti kebijakan marketing, kebijakan pricing dan lainnya. Laporan assessment berupa kesimpulan dan rekomendasi mata uang fungsional entitas.

Langkah selanjutnya setelah kita menentukan functional currency entitas, adalah mengkonversi transaksi maupun kejadian ekonomi dalam bentuk mata uang asing ke dalam functional currency, sampai dengan penyajian laporan keuangannya. Dan langkah selanjutnya proses translasi untuk menghasilkan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang selain functional currency. Keduanya akan dibahas pada postingan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s