Black Campaign Capres yang semakin marak,,,


Jelang Pilpres pada 9 Juli 2014 nanti, berbagai kampanye negatif muncul di jejaring sosial. Jenisnya pun bermacam-macam. Mulai dari gambar, video, serta selebaran-selebaran yang meresahkan.

Masing-masing capres, baik Jokowi , Aburizal Bakrie , atau pun Prabowo Subianto merasa dizalimi dengan banyaknya kampanye hitam tersebut. Tanpa menuding pihak-pihak tertentu, mereka pun merasa kampanye negatif ini sangat merugikan.

“Kalau sudah seperti ini ya brutal dan keterlaluan. Apakah tidak ada cara-cara lain yang lebih santun?” Kata Jokowi kemarin dengan nada geram.

Berikut kampanye-kampanye hitam yang ditujukan untuk para capres, seperti yang berhasil dihimpun merdeka.com, Sabtu (10/5):

1.Jokowi disebut telah meninggal dunia

BC Jokowi

BC Jokowi

Beberapa hari terakhir, masyarakat digegerkan dengan beredarnya tulisan yang dibuat seolah-olah berbentuk iklan duka cita. Iklan ini memasukkan foto calon presiden PDIP, Joko Widodo.

Dalam iklan berjudul ‘rest in peace’ itu, Jokowi dituliskan telah meninggal dunia pada tanggal 4 Mei 2014 pukul 15.30 WIB. Sang pembuat iklan juga menuliskan nama Ir. Herbertus Joko Widodo dan Oey Hong Liong.

“Telah meninggal dunia dengan tenang pada hari Minggu, 4 Mei 2014 pukul 15:30 WIB, suami, ayah dan capres kami satu-satunya.”

“Jenazah akan disemayamkan di kantor PDIP Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan akan dikremasi pada hari Selasa, 6 Mei 2014.”

Nama sang istri, Iriana Widodo juga tak lepas dari iklan tersebut. Termasuk Megawati Soekarnoputri sebagai pihak yang ikut berduka cita.

2.Prabowo dibombardir tuduhan pelanggar HAM

BC Prabowo

BC Prabowo

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut partainya paling sering diserang kampanye hitam dan kampanye negatif (black campaign). Bahkan dirinya khawatir cara licik tersebut bakal mempengaruhi suara Gerindra di pemilu.

“Kita paling sering diterpa black campaign. Berbagai pihak terus-terusan menyerang. Kita bilang seperti ini bukan minta dikasihani, tapi hanya mengungkapkan fakta yang ada,” kata Fadli di Kantor DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (9/4) lalu.

Dia menambahkan, serangan kampanye hitam itu paling sering dilancarkan melalui media sosial. Untuk itu, partainya juga turut aktif dalam media sosial untuk mengimbangi serangan serangan yang dilakukan tersebut.

“Contoh ada akun twitter mengatasnamakan Pak Abraham Samad (Ketua KPK) menyerang Prabowo. Ternyata besoknya Pak Abraham ngomong kalau dia tidak punya akun twitter itu,” kata Fadli.

Selain itu, lanjut Fadli, serangan lain yang sering dilancarkan di media sosial adalah mengenai isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang disebut-sebut dilakukan calon presidennya, Prabowo pada tahun 1998 silam. Saat itu, mantan Danjen Kopassus itu diduga melakukan penculikan terhadap aktivis dan mahasiswa.

“Penculikan dan pembunuhan dan pelanggaran HAM itu padahal tidak ada, itu fitnah. Tapi terus menerus diangkat lagi. Padahal itu faktanya enggak ada,” ucap Fadli.

3.Video pelesir Ical ke Maladewa

BC Ical

BC Ical

Belum lama ini, beredar video Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sedang pelesir ke Maladewa beserta artis Marcella Zalianty dan adiknya, Olivia Zalianty.

Video mereka diunggah ke Youtube oleh akun arb pada 19 Maret 2014 diberi judul ‘AZIS SYAMSUDIN DAN CAPRES GOLKAR ARB menikmati Maldive bersama MARCELIA DAN OLIVIA ZALIANTY’.

Dalam video tersebut, tampak Aziz duduk di depan wanita yang memegang kamera. Sementara Marcella dan Ical duduk di bangku depan.

Sebelum pesawat mendarat terdengar percakapan di antara mereka. “Kita masih naik sea plane lagi Ziz,” ujar pria dalam video itu.

“Masih panjang perjalanan ini?” pria bertanya. “Setengah jam, setengah jam,” dijawab lagi oleh pria itu.

Setelah pesawat mendarat, wanita pemegang video mengucapkan, ‘welcome to Maldives’.

Terlihat Aziz, Ical dan Marcella tersenyum. “Halo, kakak ngomong,” kata wanita yang memegang kamera yang suaranya seperti Olivia.

“Apa,” jawab Marcella. “We are just arrived at Raja Ampat,” tambah Marcella.

“Realy? Where are we,” kata Olivia.

Lalu, Olivia kembali meminta kakaknya bicara, “Ngomong kak, aku videoin neh,” katanya.

“Raja Ampat,” jawab Marcella.

“You lie,” tutur Olivia.

4.Jokowi disebut keturunan China

BC Jokowi 1

BC Jokowi 1

Beberapa hari terakhir heboh di sosial media Jokowi disebut-sebut sebagai keturunan China. Jokowi disebut sebagai anak dari Oei Hong Leon.

Tidak jelas dari mana sumber itu berasal. Namun siapakah nama Oei Hong Leong yang disebut itu? Pengamat pasar modal Lin Che Wei, dalam akun Twitternya, @linchewei1, menjelaskan sosok Oei Hong Leong. Dia membantah Jokowi adalah anak Oei Hong Leong.

Oei Hong Leong, menurut Lin Che Wei malah bukan warga negara Indonesia, namun warga negara Singapura.

Disinilah kita sebagai rakyat harus pintar melihat, siapa yang penuh dengan kebijaksanaan dalam menyikapi isu seperti ini.
“Siapa yang menyikapi dengann Emosi” maka kita bisa menyimpulkan sendiri. Apakah layak atau tidak menjadi Pemimpin.

Black Campaign

Black Campaign

source

Advertisements

Tsunami Aceh 1907 Vs 2004


3923195_20131226120247Bencana alam tsunami Aceh yang terjadi pada tahun tanggal 26 desember 2004 atau 9 tahun yang lalu, bukanlah tsunami pertama yang melanda Aceh. Beberapa ratus tahun sebelumnya, Aceh pernah mengalami beberapa kali tsunami. Bencana alam Tsunami terakhir yang melanda Aceh adalah tsunami tahun 1907 di kepulauan Simeulue. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menulis artikel tentang Tsunami Purba di Pulau Simeulue dan Gempa Bumi Purba di Sumatra, namun dalam artikel tersebut saya tidak membanding antar tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi. Pada kesempatan ini, dan untuk mengenang 9 Tahun perginya para suhada (sahabat, kolega, sodara dan teman), saya ingin sedikit mengulas tentang perbandingan antara Bencana Alam Tsunami Aceh 2004 dengan Bencana Alam Tsunami Aceh 1907.

KEKUATAN GEMPA BUMI

Continue reading

If you wanna be rich & healthy, be happy…!


senyum-warna-moreartikel

Dalam pandangan masyarakat pada umumnya, termasuk kita sendiri, tidak bisa kita hindari anggapan bahwa semakin kaya seseorang pastilah ia akan semakin bahagia. Atau dengan kata lain, kekayaan bisa mendatangkan kebahagiaan. Tapi ternyata, anggapan itu tidak selalu benar, meskipun juga tidak bisa kita bilang salah. Ada beberapa penelitian yang menarik untuk bahas berkaitan dengan hal ini:

Penelitian dilakukan pada tahun 1957 di Amerika Serikat. Pada saat itu rata-rata penghasilan adalah 10.000USD dan kehidupan pada saat itu masih tanpa televisi, mesin cuci, atau perlengkapan rumah tangga yang canggih lainnya. 35% dari penduduk yang disurvey menyatakan bahwa kehidupan mereka pada saat itu “sangat bahagia”. Survey yang sama kemudian dilakukan pada tahun 2004 ketika rata-rata penghasilan penduduk Amerika sudah 3 kali lipatnya (inflasi telah disesuaikan) atau sekitar 30.000USD (dengan standar harga tahun 1957). Tentu saja pada tahun 2004 ini kehidupan mereka sudah lebih modern dengan rumah tangga rata-rata memiliki televisi, mesin cuci, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Tapi ketika ditanyakan mengenai kebahagiaan, ternyata ada 34% yang menjawab bahwa mereka merasa “sangat bahagia”. Penelitian di atas menunjukkan bahwa walaupun penghasilan sudah naik 3 kali lipat, tapi tingkat kebahagiaan tidak berubah. Bahkan sedikit turun.

Standar rata-rata penghasilan orang Amerika Serikat sekarang adalah sekitar 35.000USD, dari kalangan orang menengah ini diajukan pertanyaan “jika diukur dengan waktu, seberapa sering Anda merasa bahagia?” Ternyata mereka menjawab 62% dari waktu saya merasa bahagia. Pertanyaan yang sama kemudian diajukan kepada golongan orang terkaya di Amerika dengan penghasilan di atas 10juta USD atau 300 kali lipat dari kalangan menengah. Kalangan super kaya ini menjawab bahwa mereka merasa bahagia 77% dari waktu yang mereka miliki. Dengan perbedaan penghasilan 300 kali lipat, ternyata mereka memiliki tingkat kebahagiaan yang tidak terlalu jauh berbeda.

Sekarang kita lihat kalangan miskin dan sangat miskin di Amerika. Penduduk yang berpenghasilan di bawah 20.000USD (sangat miskin) ternyata memiliki peluang untuk meninggal dunia di usia muda 3,5 kali lebih besar daripada mereka yang memiliki penghasilan 70.000USD (miskin). Orang-orang miskin cenderung lebih berisiko terkena penyakit darah tinggi, depresi, dan penyakit jantung kronis. Tumbuh dalam lingkungan orang miskin dapat mengurangi aktivitas pada left prefrontal cortex, bagian otak yang memproduksi rasa senang, sehingga membuat kaum miskin lebih mudah terkena depresi yang kronis. Broken family juga lebih banyak terjadi pada keluarga miskin.

Dari ketiga penelitian itu menunjukkan bahwa hidup dalam kondisi miskin memang cenderung lebih sulit untuk merasa bahagia karena banyaknya permasalahan keuangan yang dihadapi. Semakin baik tingkat penghasilan seseorang, maka akan semakin besar juga peluangnya untuk merasa bahagia. Tapi, tingkat rasa bahagia ini semakin kecil bertambah jika sudah mencapati tingkat kekayaan tertentu. Begitu kita memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, tambahan lebih banyak kekayaan hanya menambah sedikit tambahan rasa bahagia daripada yang kita duga. Dalam kondisi di bawah rata-rata, penambahan kekayaan akan menambah rasa bahagia secara signifikan. Tapi dalam kondisi di atas rata-rata, penambahan kekayaan tidak lagi secara signifikan menambah rasa bahagia.

Tapi mari kita lihat penelitian lain untuk menunjukkan premis sebaliknya, bahwa ternyata kebahagian bisa membuat seseorang lebih kaya.

Pada tahun 1976, ribuan mahasiswa baru ditanyakan mengenai seberapa bahagianya mereka dengan skoring tertentu. 20 tahun kemudian, ketika mereka sudah masuk dunia kerja, kepada mereka ditanyakan berapakah penghasilan mereka sekarang. Ternyata, kelompok mahasiswa yang memiliki skor kebahagiaan tertinggi rata-rata memiliki penghasilan 31% lebih tinggi daripada kelompok mahasiswa yang memiliki skor kebahagiaan terendah.

Dalam penelitian yang berbeda, 300 karyawan dari 3 perusahaan yang berbeda di Amerika diteliti tingkat kebahagiaan dan peningkatan penghasilan mereka. Penelitian ini kemudian membuahkah kesimpulan bahwa semakin mereka merasa bahagia, semakin meningkat pula penghasilan mereka 18 bulan kemudian. CEO yang periang ternyata juga bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas para karyawannya yang pada ujungnya meningkatkan profit perusahaan. Dan investor yang selalu menjaga mood-nya dalam keadaan baik walapun pernah merugi, mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang.

Penelitian ini membuktikan bahwa kebahagiaan seseorang cenderung membawa korelasi positif terhadap penghasilannya. So, if you wanna be rich, be happy. Dan ternyata, kebahagiaan adalah pilihan. Kita sendiri yang memilih untuk merasa bahagia atau tidak.

Kebahagiaan ini juga berhubungan dengan kesehatan. Wanita yang berbahagia cenderung memproduksi hormone stress lebih sedikit dalam tubuh mereka. Dan kondisi ini akan bertahan sepanjang hari. 1000 orang lansia di Belanda yang banyak tertawa, optimis dengan masa depan, berusaha mencapai target dalam hidupnya memiliki angka mortalitas 29% lebih rendah daripada mereka yang kurang optimis. Menjadi extrovert juga lebih sehat karena mereka yang santai dan terbuka memiliki kadar glycosylated hemoglobin yang lebih rendah dalam darah mereka sehingga lebih kecil terkena risiko penyakit diabetes dan penyakit lainnya yang berhubungan.

Mari kita berfikir terbalik. Bukannya mengejar harta agar bisa bahagia, tapi berbahagialah agar hidup kita tercukupi dan lebih sehat. If you wanna be rich and healthy, be happy…!

Luka Bakar Jangan Diolesi Odol atau Minyak…


Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara mengatasi luka bakar yang benar?

Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.

Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar.

“Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya,” ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa(22/12/2009).
Continue reading