Aplikasi Mudah dan Praktis PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing (3)


Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas tentang teknis penentuan functional currency dan proses konversi pencatatan transaksi mata uang asing ke dalam functional currency, pada posting kali ini kita akan banyak membahas tentang translasi dan remeasurement. Berikut ilustrasinya

Remeasurement dan Translasi

Remeasurement dan Translasi

 

Continue reading

Aplikasi Mudah dan Praktis PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing (2)


Pengakuan awal dan penerapan pada tanggal pelaporan.

Setelah pada postingan sebelumnya kita telah memahami metode penentuan Mata Uang Fungsional (Functional Currency) sesuai anjuran PSAK 10. Pada postingan ini akan kita bahas metode pengukuran / pencatatan atas suatu transaksi dan / atau kejadian ekonomi yang berpengaruh terhadap entitas.

Sesuai yang dipersyaratkan, bahwa transaksi dicatat menggunakan accrual basis. Hal ini seusai dengan prinsip akuntansi Substansi mengungguli bentuk (substance over form). Permasalahan akan muncul apabila terdapat transaksi yang menggunakan mata uang asing (selain functional currency), bagaimana kita akan mengkonversinya dan memakai kurs apa,,??

PSAK 10 sendiri telah memberikan arahan untuk pengakuan suatu transaksi mata uang asing harus dicatat dalam mata uang fungsional, jumlah mata uang asing dihitung ke dalam mata uang fungsional dengan kurs spot, yakni kurs antara mata uang fungsional dan mata uang asing pada tanggal transaksi (tanggal memenuhi kriteria pengakuan). Untuk lebih mudahnya kami berikan contoh jurnal pengakuannya berikut Continue reading

Aplikasi Mudah dan Praktis PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing (1)


PSAK 10

PSAK 10

Adopsi IFRS (International Financial Reporting Standard) ke dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) berdampak signifikan terhadap kinerja entitas. PSAK 10 (Revisi 2010) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 mengatur tentang Bagaimana memasukkan transaksi dalam mata uang asing (valas) dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian. Permasalahan utama yang muncul diantaranya adalah kurs mana yang akan digunakan dan bagaimana melaporkan pengaruh perubahan kurs dalam Laporan Keuangan entitas. Jika pada PSAK 10 yang lalu perusahaan boleh memilih untuk mencatat dan mengukur transaksi dengan menggunakan rupiah atau functional currency, maka dengan pengaturan PSAK 10 (revisi 2010) ini perusahaan wajib melakukan pencatatan dan pengukuran transaksi hanya dengan menggunakan functional currency.

Sebelum kita melakukan konversi mata uang asing, kita harus mencari tahu dan paham mata uang fungsional (Functional Currency) entitas. Mata uang fungsional berbeda dengan mata uang penyajian laporan keuangan, namun sebagian besar jenis mata uang fungsional adalah yang digunakan sebagai mata uang penyajian laporan keuangan. Bingung kan,,?? Heheheee,, yuk kita bahas bareng aja,,

Misal PT. A mempunyai bisnis utama (core bisnis) dibidang ekspor impor komoditi pertanian, dan sebagian besar transaksi dilakukan dan dipegaruhi oleh pergerakan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD). Bisa disimpulkan bahwa mata uang fungsional entitas adalah USD, sedangkan laporan keuangan entitas harusnya menggunakan USD pula, namun bisa pula entitas menghasilkan laporan keuangan menggunakan Indonesia Rupiah (IDR) sesuai dengan tujuan khusus melalui proses translasi. Gimana,,?? Udah clear kan,,?? Heheee,, kalo mikir mah gak bakal bingung,,, ^_^ Continue reading